Proses Sebuah Kreatifitas

Oleh : Jirzis Wisam Muhammad

(Mahasiswa Desain Produk Telkom University)

Image source : https://getlocalhop.com/creativity-workshop/event/aBIn1g1RSk/

Arti dari Proses Kreatif

Proses kreatif adalah kegiatan dimana kita mengerahkan seluruh kemampuan berpikir untuk melahirkan dan mengelola sebuah ide, serta menciptakan atau mengkreasikan sesuatu dengan kemampuan inderawi yang kita miliki, apakah itu sesuatu yang sifatnya nyata atau tidak nyata. Proses ini bertujuan untuk mematangkan perencanaan sebelum direalisasikan.

Tidak ada Batasan dalam proses kreatif, kita dapat memainkan fantasi atau imajinasi secara bebas dan berani, tidak ada pula orang lain yang bisa mengahalangi kita. Tuangkan semuanya. Buatlah ide-ide gila di luar kepala tanpa perlu khawatir akan orang-orang yang akan menghalangi, meragukan, bahkan menghina kita. Selalu sabar dan jalani proses, maka proses kreatifitas yang telah kita lalui selama ini akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Mengapa Proses Kreatif Sangat Penting?

Ibarat membangun sebuah gedung pencakar langit, akan ada tahapan-tahapan yang dilakukan seperti tahap pra-produksi, lalu tahap produksi, dan yang terakhir tahap pasca-produksi. Begitu pula ketika kita akan membangun sebuah ide dan rancangan yang nantinya akan direalisasikan, akan ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan juga, yaitu :
1.     Tahap Persiapan
2.     Tahap Inkubasi
3.     Tahap Iluminasi
4.     Tahap Verifikasi
5.     Tahap Aplikasi

Dari ke-5 tahapan tersebut, mulai dari mencari ide, hingga perancangan konsep, semuanya akan dilakukan pada tahapan-tahapan tersebut. Jadi wajar-wajar saja bila kita memerlukan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya hingga ke titik terealisasikan. Tahapan-tahapan mencari ide inilah yang disebut dengan proses kreatif, entah kita seorang desainer produk, animator, pembuat film, software game engineer, pengarang buku, dll. Pastinya akan melalui ke-5 tahapan tersebut atau proses kreatif terlebih dahulu.

Tahapan dalam Proses Kreatif

1.     Tahap Persiapan
Mempersiapkan diri dengan mengumpulkan data/informasi, mempelajari cara berpikir orang lain, dan bertanyalah kepada orang lain agar wawasan kita lebih luas dan persiapan akan lebih matang. Setelah hal-hal tersebut dilakukan, maka akan mempermudah kita dalam membuat usaha awal untuk memecahkan berbagai masalah.

2.     Tahap Inkubasi
Masa dimana kita akan merasa bosan, malas untuk melanjutkan tahapan proses kreatif. Hal ini sangatlah wajar dan ketika tahap inilah kita sebaiknya menghentikan sementara kegiatan atau aktivitas yang berhubungan dengan proses kreatif. Keluar, hirup udara segar, dan lakukanlah kegiatan apapun yang dapat membuat hatimu lebih tenang hingga kita lupa akan lelahnya melakukan proses memecahkan masalah. Saat otak kembali fresh, tidak ada lagi beban pikiran yang mengganggu, dan mood kita sudah kembali, maka secara tiba-tiba akan muncul ide-ide baru yang terlintas dipikiran tanpa kita sadari sebelumnya. Entah ketika kita sedang mandi, keluar, jalan-jalan, makan, dll. Ide-ide tak terduga tersebut bisa keluar kapan saja dan dimana saja selama kita sudah mulai merasakan tenang, gembira, tanpa memikirkan hal-hal yang sebelumnya mengganggu kita.
  
3.     Tahap Iluminasi
Setelah secara tiba-tiba dan tanpa sadar kita mendapatkan ide-ide baru, maka pemahaman kita akan meningkat, akan mendapatkan inspirasi baru dan gagasan baru, maka jalan terang menuju penyelesaian masalah akan semakin terbuka. Semua ide-ide yang kita dapatkan saat melalui tahap persiapan maupun inkubasi akan terkumpul dan saling melengkapi untuk mempermudah kita menyelesaikan sebuah permasalahan.

4.     Tahap Verifikasi
Setelah ide-ide baru terkumpul, berbagai macam inspirasi dan gagasan baru terbentuk, maka perlu dilakukan pengujian terhadap realitas. Apakah hasil dari pengujian yang telah dilakukan dapat diterapkan atau tidak? Dalam tahap ini sangat diperlukan pemikiran kreatif serta pemikiran kritis. Proses pemikiran kreatif harus diikuti dengan pemikiran kritis, karena tahap ini sudah berhubungan dengan yang namanya realitas, sesuatu yang kita tak bisa hanya mengandalkan pemikiran kreatif saja namun harus kritis dan logis juga.

5.     Tahap Aplikasi
Pada tahap inilah kita akan akan menyelesaikan semua masalah yang sesuai dengan yang sudah direncanakan sebelumnya. Kita akan melakukan implementasi atau upaya untuk mewujudkan atau merealisasikan ide-ide, inspirasi, dan gagasan yang telah kita buat sebelumnya dalam bentuk nyata. Seperti misalnya, untuk mendapat suatu barang yang sesuai dengan kebutuhan, pada tingkat wawasan perlu awalnya kita membuat sketsa atau gambar rancangan, mempertimbangkan bahan apa saja yang cocok dan dapat berfungsi dengan baik, mengerjakan, menata dalam sebuah media atau tempat yang cocok untuk digunakan dan memanfaatkan benda baru.

Kesimpulan

Lakukanlah semua proses tersebut dengan ikhlas dan sabar. Jalani saja prosesnya, anggap apapun yang telah kamu hadapi selama melakukan proses tersebut wajar akan terjadi dan kamu harus percaya diri dan yakin kamu bisa melewati semua proses itu. Pastinya tidak akan mudah melakukan itu semua dan akan banyak tantangan kedepannya, semakin menuju akhir, tantangan akan semakin berat, selama kamu ikhlas, sabar, dan tetap menjalani prosesnya, maka semua kesulitan dan tantangan yang telah kamu hadapi akan terbalas dengan hasil akhir yang sangat memuaskan.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan terkait dengan proses sebuah kreatifitas, semoga bisa berguna dan bermanfaat bagi para pembaca, mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penjelasan tersebut, sekian dari saya dan terimakasih.

Komentar